3. Permainan Tradisional Congklak/congkak
![]() |
senengmoto.files.wordpress.com |
Alat yang di gunakan untuk bermain congkak sendiri sangat khas, yaitu sebuah papan berbentuk oval memanjang dimana terdapat lubang-lubang di dalamnya. Kemudian terdapat kelereng atau semacam batu untuk memainkan permainan ini.
Dalam memainkan permainan ini anak sangat di latih untuk bersabar dan menghargai anak lain. Karena untuk bermain satu anak dengan anak lain haruslah saling bergantian.
4. Permainan Tradisional Lompat tali
![]() |
msdailylife.files.wordpress.com |
Permainan lompat tali ini pada dasarnya hampir sama dengan olah raga lompat tinggi. Namun yang berbeda adalah media atau alat yang di gunakan, yaitu sederet karet gelang yang sudah di rangkai memanjang. Kemudian pada kedua ujungnya di pegang oleh 2 anak yang berjaga.
Anak lain yang tidak berjaga kemudian saling bergantian melompati lati tersebut dengan syarat tidak boleh menyentuh tali. Apa bila anak gagal melompati atau menyentuh tali, maka akan bergantian berjaga (bergantian dengan salah satu penjaga yang telah berjaga lebih dulu).
5. Permainan Tradisional Gasing
![]() |
budaya-indonesia.org |
Jika saat ini permainan gasing di mainkan dengan menggunakan gasing yang di beli di toko-toko permainan anak, namun dahulu anak-anak lebih banyak membuat gasing sendiri. Mereka banyak berkreasi menggunakan kayu dan benang jahit sepatu.
Cara memainkannya cukup mudah, yaitu beberapa anak secara bersamaan melemparkan gasing mereka ke lantai yang sama. Kemudian gasing-gasing tersebut akan di uji dengan cara gasing mana yang akan berputar lebih lama. Setelah di ketahui gasing mana yang lebih lama berputar berarti itulah pemenangnya.
6. Permainan Tradisional Engklek
![]() |
rumahbacabuku.wordpress.com |
Untuk memainkan permainan ini juga harus terdiri dari beberapa anak. Lalu untuk cara bermain engklek adalah dengan membuat petak-petak di tanah yang terdiri dari 2 petak memanjang, kemudian di sambungkan dengan 3 petak yang saling berjejer dan satu petak sendiri serta di ujungnya 2 petak yang berjejer.
Anak-anak tersebut harus melompati petakan tersebut dengan posisi satu kaki di angkat sembari membawa lempengan batu atau genteng (setiap anak harus berbeda) sebagai tanda kepemilikan petak.
Setelah melewati petak pertama hingga akhir, kemudian di petak yang terakhir mereka harus melemparkan lempengan batu tersebut ke salah satu petak. Dan petak yang dikenai lempengan batu akan di klaim menjadi petak mereka sehingga tidak boleh di lalui atau di injak anak lain.
7. Permainan Tradisional Egrang
![]() |
kompas |
Untuk bermain egrang, anak harus memiliki sepasang batangan kayu atau bambu yang tingginya lebih dari tinggi anak tersebut. Kemudian sekitar 50 cm (dari bawah kayu) diberi pijakan kaki yang dikaitkan dengan batangan kayu atau bambu tersebut.
Pijakan kaki tersebut berguna untuk menempatkan kaki anak. Dan dengan memijakkan kaki pada pijakan tersebut anak harus berlatih berjalan.Untuk bisa handal menggunakan egrang ini memang memerlukan keseimbangan tubuh yang luar biasa.
Agar bermain egrang lebih menyenangkan, anak-anak biasanya mengadakan lomba balap egrang.
8. Permainan Tradisional Ular naga
![]() |
kidnesia.com |
Pasalnya, semakin banyak jumlah anak maka akan semakin panjang naga dan akan membuat permainan semakin asik. Cara bermain permainan ini cukup mudah, beberapa anak berkumpul dan membentuk barisan memanjang, kemudian 2 di antara mereka berdiri sebagai gerbang dengan menggandengkan tangan di atas.
Sambil menyanyikan lagu, anak-anak yang berbaris memanjang (seperti ular naga) berputar mengelilingi gerbang. Pada saat lagu selesai di nyanyikan salah satu anak akan terperangkap dalam gerbang.
Kemudian anak itu akan memilih mengikuti (berdiri di belakang) anak yang berdiri sebagai gerbang kanan atau kiri (di sebut sebagai indukan). Sampai anak ular naga habis, permainan ini terus di lanjutnya demikian.
9. Permainan Tradisional Kelereng
![]() |
kompasiana |
Bermain kelereng sendiri terdiri dari beberapa aturan main, ada permainan yang mengharuskan anak-anak mengumpulkan kelereng (misalnya masing-masing 5 kelereng). Kemudian kelereng-kelereng tersebut di kumpulkan dalam satu area kotakan di lantai (biasanya kotakan di buat dengan kapur atau garis di tanah).
Kemudian satu persatu anak akan mengarahkan kelereng mereka (satu kelereng sebagai lakon) pada kotakan berisi kumpulan kelereng tersebut. Jumlah kelereng yang berhasil di keluarkan dari kotakan tersebut berarti akan menjadi miliki anak yang mengeluarkannya.
Jika semua kelereng dalam kotakan sudah habis, maka permainan akan di lanjutkan dengan saling berburu lakon. Salah satu lakon yang berhasil mengenai lakon lain maka sama saja dengan membunuh lakon tersebut dan kelereng yang di peroleh lakon yang di bunuh di serahkan pada lakon yang membunuh.
10. Permainan Tradisional Benteng
![]() |
istimewa |
Cara bermain permainan benteng ini adalah dengan membagi beberapa anak menjadi 2 kelompok, biasanya setiap kelompok terdiri dari 4-8 anak. Setiap kelompok ini akan memiliki markas masing-masing yang biasanya berbentuk benteng atau tiang.
Setelah itu perwakilan kelompok berunding dan siapa yang menang maka akan mengejar kelompok lawan dan berusaha merebut markas mereka. Anggota kelompok lawan yang tertangkap (tersentuh) maka akan di jadikan tawanan dan di posisikan di dekat markas musuh. Jika teman dari tawanan dapat menyentuh kembali tawanan maka tawanan berarti bebas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar